taamadi
This tumblr is recommended for you :) from people that born in 1994.
1 2 3 4 5 »
taamadi

MASHUP Soundtrack Kartun/Anime 90an

kembalikan aku kepada masa itu~

Sekarang jam 2.23 am. AKHIR-AKHIR ini sering banget masih bangun jam segini. Enggak akan nyalahin siapa-siapa dan nyalahin apa-apa. Berdampak pada digolongkannya gue ke bagian org yang bukan tipikal morning-person sekali. Akhirnya sering sekali menghujat dosen yang lebih memilih menempatkan kelasnya di kelas pagi. Ukuran pagi seorang Adi tuh jam berapa sih? 8.40 untuk jujurnya itu masih kepagian buat gue hahaha. Dan bangun pagi dengan keadaan masih puyeng bikin gue cepat emosi. Sungguh development emosi sekali, kalo misalnya dalam keadaan seperti itu ada yg ngajak bercandaan ga penting. Tapi, gue bukan tipikal org yg suka memamerkan emosi kalo lagi marah di depan org, malah lebih sering untuk diam bahkan ketika lagi emosi biasanya bakal mikir lebih mending tidur daripada ngedengerin banyolan ga jelas. Begok ya gue. Fix begok membiarkan org memperolok-olokkan diri sendiri. Sebenernya ruginya ga di gue. Sekali lagi RUGINYA BUKAN Di GUE. Ruginya di mereka yg bikin emosi, jadi mereka ga akan tau mereka salah apa, dan gak akan terdevelop menjadi org yang baik hati. Mereka akan terus bikin marah orang lain, ampuni Adi Ya Allah.

Sebenernya ga penting2 banget postingan yg di atas. Yang penting itu adalah AKHIRNYA BISA NGEPOST DI TUMBLR LAGI SETELAH SEKIAN LAMA, HUAHAHA. Biasanya suka bingung mau ngepost apa. Biasanya materi udah di otak, tapi pas mau dituangin malah ga jadi di post. Jatuhnya malah disimpen di draft. ALHAMDULILLAH TUMBLRNYA HIDUP LAGI. ENJOY PEMIRSAH!

#ViolenceIsViolence 40% domestic violence is suffered by men.

Melukai. Hati. Mengisi. Hari. Mencuri. Diri. Mencari. Sepi. Mencaci. Maki. Menangisi. Sunyi. Meniduri. Mimpi. 

Sistem. Menghujam. Lebam. Menerkam. Seram. Merunyam. Curam. Mencengkram. Karam. Menyiram. Haram.

Berbando. Kuno. Komando. Bego. Separo. Dongo. Sembrono. Homo.

Mangicau. Payau. Merisau. Galau. Mengacau. Balau. Melulu. Beliau. Memaku. Baju. Memangku. Aku. 

Mencatat, Diktat. Melompat. Cepat. Melesat. Kilat. Meralat. Kuat. Mencuat. Gawat. Sempat. Hayat. Berangkat. Ayat,

Being OC is one of the greatest moment in my life. AIESEC just make my life differently changed. That’s why I believe AIESEC can develop me well.

Apasih yang ada di benak seorang Pratama Adi Nugraha saat pertama kali ditanya secara mendadak dan butuh waktu yang singkat dengan pertanyaan, “Tujuan hidup kamu selama ini apa?” . Hal pertama yang terlintas adalah “I wanna make people who are lived around me are happy” dan respon dari sang penanya cuma “Itu susah loh”.

Dengan pemikiran pendek gue saat itu gue berfikir dengan lo senyum ke orang itu udah bisa bikin orang lain senang. Gue ditanya balik, “Apa indikator lo bisa bilang orang yang elo senyumin itu seneng?”. Sekali lagi dengan tanpa pikir panjang gue jawab, “Ya dengan respon dia yang senyum balik ke gue…”, dan sang penanya pun bertanya kepada gue, “Yakin lo itu beneran senyum? atau jangan-jangan dia “terpaksa” tersenyum karena gak mau ngecewain elo yang udah senyum?”. 

Percakapan itu menggantung dan tidak menghasilkan sebuah jawaban. Dengan watak gue yang emang agak susah menerima sebuah penjelasan akhirnya gue terus mencoba “membuat semua orang disekeliling gue senang”. Banyak cara yang gue lakukan, kayak ngelawaklah, senyum, menghindari untuk berkata yang tidak baik yang dapat menyinggung orang, bahkan sampai memenuhi suatu kebutuhan orang lain yang saat itu butuh, malah gue sampai gak mikir buat diri sendiri *yang penting orang senanglah.

Akhirnya tujuan gue itu diuji di bulan-bulan ini. Ketika lo mengikuti berbagai organisasi dan semuanya selalu menuntut untuk menjadi prioritas utama. Menjadikan sebuah organisasi yang elu ikuti menjadi prioritas utama itu sudah membuat organisasi itu senang kan? Dengan tujuan gue membuat seseorang senang itu agak menghambat gue. Bentrok sana, bentrok sini dan berkali lagi gue tidak berpikir buat diri gue sendiri, jadi seberusaha mungkin gue bisa memenuhi panggilan organisasi itu. Mungkin banyak orang yang berfikir, “Ya itu sih resiko elu”.

Dari sini gue berfikir, gak semua orang bisa gue bikin seneng dengan limitation yang gue punya, kayak duit, waktu, dan kesempatan. Ketika lo ingin menyenangkan seseorang ada suatu pengorbanan yang harus elo lakuin. Bahkan sampai mengorbankan perasaan lo sendiri. 

Contoh kecil yang berdampak besar buat gue, saat gue diejek, gue adalah orang yang ga pernah marah dan yang lebih parah malah menambah-nambahkan mengejek diri sendiri agar orang lain tertawa dan mereka senang. Bahkan gue sendiri malah lebih sering membiarkan orang lain mengejek gue dan ketika gue mau mengejek mereka hal yang terlintas di benak gue “Please di, diejek itu sakit, jangan lo bales ejek”. Akhirnya gue cuma bisa diam dan mengontrol untuk gak ikut2an mengejek mereka dan apalagi sekarang sudah berhenti untuk mengejek diri sendiri. Siapa lagi yang bakal respect ke diri elo, kalo bukan diri sendiri. Siapa lagi yang bakal bikin elo seneng kalo bukan diri sendiri.

Agak egois memang, mungkin untuk sekarang tujuan gue ini agak berfokus kepada aspek2 seperti menyenangkan diri sendiri, keluarga gue, dan sahabat hebat gue. Oh iya satu lagi mungkin untuk sekarang lebih harus belajar fokus dan yang terpenting ikhlas,

Hari ini gue nonton The Raid 2. Nontonnya sama teman-teman terkasih. Bertempat di salah satu bioskop paling kece di Bandung. Sudah sekian lama gak nyentuh bioskop, akhirnya nyentuh juga.

Gue gak akan ngomongin tentang The Raidnya. Yang gue omongin sekarang tentang environment tempat gue nonton. Awalnya sih enak, dapat tempat duduk lumayan strategis dan dapet popcorn setengah gratis.

Kejanggalan dimulai saat kumpulan anak anak SMA di belakang gue mulai berisik dibarengi dengan kaki mereka yang ga mau diem nendang-nendang kursi gue dari belakang. Awalnya gue berfikiran positif, mungkin baru awal jadi masih berisik. Ternyata, mereka berisik dari awal sampe akhir, bukan buat ngobrolin film tapi entah apa yang mereka obrolin. Kelakuan mereka membuat gue agak sedikit ga fokus buat nonton film. Gue kira mungkin cuma gue doang yang ngerasa dan lagi apes-apesnya duduk dibelakang gue, tapi ternyata ada temen gue nyaut “shuuuut” dan bisik ke gue ‘anjir ini orang belakang norak banget sih, anak mana sih?’

Sampai akhir film berisiknya ga selesei, gue liatin label seragam mereka berasal darimana. Ternyata mereka sekolah di tempat gue lulus. Aslinya gue langsung malu. Mana mereka keluar dengan muka tak berdosa sama sekali. Temen gue langsung komen negatif tentang mereka. Temen gue langsung bilang, ‘bilangin tuh ke adek kelas lo, berisik…….’. Tadinya gue mau nyamperin gitu ke ‘adek kelas’ gue ini, tapi entahlah gue jadi males, takut dikira sok banget jadi alumni.

Mungkin ini masalah sepele, tapi itu bisa bikin nama baik almamater gue jd ga bagus. Mereka mungkin gak tau kalo gue alumni dari sana. Kalo tau mungkin gak tau sih bakal berisik atau engga.

Intinya sih mereka harusnya bisa lebih behave di tempat umum. Malu sama seragam. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Kalo lo mau berperilaku di tempat umum, harus dipikir dulu, liat dulu situasinya. Jangan jadi sample yang salah, yang bisa di judge orang kalo sebagian besar orang yg sekolah disitu gak baik. E

Kelakuan The Sims huahahaha

Kelakuan The Sims huahahaha

(Source: ForGIFs.com)

Yeah this is not going to happen in our country. Pray for the child in the War Area :( Keep strong. MAY GOD SAVE YOUR LIFE.

Die.

Die.

(Source: ForGIFs.com)

✂   Fukuo